Apa saja yang perlu diperhatikan oleh seorang guru agar proses pembelajaran di kelas menjadi menyenangkan?
Cara guru mengajar berpengaruh terhadap minat siswa untuk belajar.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa membuat siswa berada dalam suasana hati
yang baik, akan membuat mereka betah belajar. Ada banyak manfaat yang diperoleh dari proses belajar
menyenangkan. Mulai dari materi pembelajaran yang mudah diterima hingga
keinginan untuk belajar lebih lama. Lalu apa saja yang perlu
diperhatikan oleh seorang guru agar proses pembelajaran di kelas menjadi
menyenangkan?
Nah ada beberapa tips menurut saya bisa dilakukan sebagai seorang guru :
1.
Berusaha
menjadi pribadi yang menyenangkan dan dirindukan untuk anak
Menjadi seorang yang menyenangkan
untuk peserta didik adalah point pertama dalam menciptakan suasana yang nyaman
dan menyenangkan. Seorang yang menyenangkan, tidak harus melucu bahkan kadang
terkesan nampak seperti guru yang galak tapi kita mengemasnya itu sebagai
pribadi yang menyenangkan, siswa akan lebih nyaman dengan hal itu. Jika dalam
suatu pembelejaran, siswa atau peserta didik sudah nyaman dengan guru yang
mengajar, maka siswa akan dengan mudah untuk terkondisikan. Dan akan dengan
mudah untuk merasa aman, nyaman di dalam kelas dan juga melaksanakan
pembelajaran tersebut bahkan akan sangat dirindukan untuk mendapatkan
pengajaran.
Dengan menjadi
pribadi yang menyenangkan, guru bisa menjadi sahabat bagi para siswanya. Siswa
akan dengan mudah dan santai dalam berbagai kebahagiaan maupun berkeluh kesah
dalam kehidupan sehari-hari. Entah itu di sekolah maupun kondisi di rumah.
Dengan begitu seorang guru akan terbantu dengan sendirinya untuk mengetahui
karakteristik masing-masing peserta didik. Bisa juga dalam pembelajaran siswa
akan mudah dan menjadi lebih kritis untuk di ajak sharing ataupun merefleksi
kegiatan pembelajaran.
2.
Menciptakan
suasana ruangan yang berbeda.
Posisi duduk siswa di
sekolah kebanyakan sama, yaitu guru di depan dan kursi siswa yang disusun
berjajar membentuk sebelumnya. Metode ini dikaji sebagai metode yang tidak
efektif, karena proses pembelajaran hanya berlangsung satu arah (guru
menyampaikan dan murid mendengarkan). Agar suasana kelas lebih menyenangkan,
cobalah susun ulang ruang kelas seperti posisi meja dan kursi yang melingkar.
Jadi posisi guru berada di tengah-tengah dan siswa dapat melihat guru dengan
lebih baik.
Bapak/Ibu Guru juga
dapat mencoba metode mobile teaching.
Saat belajar matematika misalnya, guru bisa benar-benar diturunkan untuk membantu
murid menjelaskan penggunaan rumus dan sebagainya. Hal ini dapat membantu murid
lebih rileks dan menciptakan suasana bahwa mereka memang
sedang belajar bersama guru, bukan sekadar diajari atau digurui.
3.
Memperbanyak
interaksi dengan memancing ide anak
Perhatian penuh atau perhatian penuh juga bisa didapatkan
dari memancing pendapat, diskusi atau argumentasi debat antara murid dan guru.
Memang tidak semua anak bisa dengan leluasa mengeluarkan ide mereka. Nah sebagai guru, di sinilah peran Bapak/Ibu Guru
untuk percaya pada kemampuan masing-masing anak dan memacu mereka untuk berani
berpendapat, serta menghargai apapun yang mereka ungkapkan.
Cara ini dapat
melatih anak untuk belajar mendengarkan orang lain, keberanian untuk berbicara
dan lebih terbuka pada perbedaan pendapat. Hal ini sangat penting bagi mereka
karena akan menjadi bekal saat berinteraksi dengan orang lain, baik itu dengan
teman, guru, orang tua atau masyarakat pada umumnya.
4.
Manfaatkan
teknologi dan media pembelajaran
Hanya menjelaskan
dengan menulis di papan tulis bisa jadi sudah tidak zaman lho . Penggunaan teknologi dapat membantu
guru menciptakan suasana aktif dan segar di dalam kelas. Gunakan laptop,
internet dan proyektor untuk mengubah materi pelajaran text book
ke dalam audio visual. Jika ingin lebih mudah, Bapak/Ibu Guru bisa
langsung memperlihatkan video yang ada di
ruangbelajar sesuai dengan materi
yang sedang disampaikan. Dengan penyajian yang baik dan menarik, fokus anak
akan lebih terarah pada materi yang disampaikan
5.
Miliki sifat
humoris
Untuk meningkatkan
semangat mereka, penting bagi Bapak/Ibu Guru memberikan humor segar di
tengah-tengah pengajaran yang sedang diberikan. Tidak hanya itu, sifat humoris
yang dimiliki oleh seorang guru juga dapat memberikan efek kedekatan antara
siswa dan guru, lho . Semakin murid
merasa dekat dengan gurunya, maka apa yang disampaikan guru juga akan lebih
mudah diserap oleh mereka.
6.
Berikan
perhatian yang sama pada semua anak
Terkadang guru akan
cenderung menghindari murid yang pintar dan aktif di kelas. Anak yang diam saja
di kelas biasanya akan kesulitan mendapatkan kesempatan untuk menuangkan ide
ataupun mengaktualisasikan dirinya di kelas. Maka sering dikatakan untuk
menjadi anak yang “paling” di kelas, baik itu yang paling pintar, paling suka
telat, paling cantik, paling nakal, dan sebagainya. Karena dengan menjadi yang
“paling” barulah anak akan diperhatikan oleh guru.
Sebagai seorang guru,
sebenarnya sudah bekerja untuk menemukan benih-benih unggul yang ada di dalam
diri masing-masing anak. Percayalah bahwa setiap anak mempunyai talenta dan
potensinya yang berbeda-beda. Dengan begitu, setiap anak akan merasa memiliki
kesempatan untuk membuktikan dirinya serta membuat kelas menjadi lebih hidup
dan menyenangkan.
