Jumat, 13 Januari 2023

 


Apa saja yang perlu diperhatikan oleh seorang guru agar proses pembelajaran di kelas menjadi menyenangkan?


Cara guru mengajar berpengaruh terhadap minat siswa untuk belajar. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa membuat siswa berada dalam suasana hati yang baik, akan membuat mereka betah belajar. Ada banyak manfaat yang diperoleh dari proses belajar menyenangkan. Mulai dari materi pembelajaran yang mudah diterima hingga keinginan untuk belajar lebih lama. Lalu apa saja yang perlu diperhatikan oleh seorang guru agar proses pembelajaran di kelas menjadi menyenangkan?

Nah ada beberapa tips menurut saya bisa dilakukan sebagai seorang guru :

1.      Berusaha menjadi pribadi yang menyenangkan dan dirindukan untuk anak

Menjadi seorang yang menyenangkan untuk peserta didik adalah point pertama dalam menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan. Seorang yang menyenangkan, tidak harus melucu bahkan kadang terkesan nampak seperti guru yang galak tapi kita mengemasnya itu sebagai pribadi yang menyenangkan, siswa akan lebih nyaman dengan hal itu. Jika dalam suatu pembelejaran, siswa atau peserta didik sudah nyaman dengan guru yang mengajar, maka siswa akan dengan mudah untuk terkondisikan. Dan akan dengan mudah untuk merasa aman, nyaman di dalam kelas dan juga melaksanakan pembelajaran tersebut bahkan akan sangat dirindukan untuk mendapatkan pengajaran.

Dengan menjadi pribadi yang menyenangkan, guru bisa menjadi sahabat bagi para siswanya. Siswa akan dengan mudah dan santai dalam berbagai kebahagiaan maupun berkeluh kesah dalam kehidupan sehari-hari. Entah itu di sekolah maupun kondisi di rumah. Dengan begitu seorang guru akan terbantu dengan sendirinya untuk mengetahui karakteristik masing-masing peserta didik. Bisa juga dalam pembelajaran siswa akan mudah dan menjadi lebih kritis untuk di ajak sharing ataupun merefleksi kegiatan pembelajaran.

 

2.      Menciptakan suasana ruangan yang berbeda.

Posisi duduk siswa di sekolah kebanyakan sama, yaitu guru di depan dan kursi siswa yang disusun berjajar membentuk sebelumnya. Metode ini dikaji sebagai metode yang tidak efektif, karena proses pembelajaran hanya berlangsung satu arah (guru menyampaikan dan murid mendengarkan). Agar suasana kelas lebih menyenangkan, cobalah susun ulang ruang kelas seperti posisi meja dan kursi yang melingkar. Jadi posisi guru berada di tengah-tengah dan siswa dapat melihat guru dengan lebih baik.

Bapak/Ibu Guru juga dapat mencoba metode  mobile teaching. Saat belajar matematika misalnya, guru bisa benar-benar diturunkan untuk membantu murid menjelaskan penggunaan rumus dan sebagainya. Hal ini dapat membantu murid lebih  rileks  dan menciptakan suasana bahwa mereka memang sedang belajar bersama guru, bukan sekadar diajari atau digurui.

 

3.      Memperbanyak interaksi dengan memancing ide anak

Perhatian penuh  atau perhatian penuh juga bisa didapatkan dari memancing pendapat, diskusi atau argumentasi debat antara murid dan guru. Memang tidak semua anak bisa dengan leluasa mengeluarkan ide mereka. Nah  sebagai guru, di sinilah peran Bapak/Ibu Guru untuk percaya pada kemampuan masing-masing anak dan memacu mereka untuk berani berpendapat, serta menghargai apapun yang mereka ungkapkan.

Cara ini dapat melatih anak untuk belajar mendengarkan orang lain, keberanian untuk berbicara dan lebih terbuka pada perbedaan pendapat. Hal ini sangat penting bagi mereka karena akan menjadi bekal saat berinteraksi dengan orang lain, baik itu dengan teman, guru, orang tua atau masyarakat pada umumnya.

 

4.      Manfaatkan teknologi dan media pembelajaran

Hanya menjelaskan dengan menulis di papan tulis bisa jadi sudah tidak zaman  lho . Penggunaan teknologi dapat membantu guru menciptakan suasana aktif dan segar di dalam kelas. Gunakan laptop, internet dan proyektor untuk mengubah materi pelajaran  text book  ke dalam audio visual. Jika ingin lebih mudah, Bapak/Ibu Guru bisa langsung memperlihatkan video yang ada di  ruangbelajar  sesuai dengan materi yang sedang disampaikan. Dengan penyajian yang baik dan menarik, fokus anak akan lebih terarah pada materi yang disampaikan

 

5.      Miliki sifat humoris

Untuk meningkatkan semangat mereka, penting bagi Bapak/Ibu Guru memberikan humor segar di tengah-tengah pengajaran yang sedang diberikan. Tidak hanya itu, sifat humoris yang dimiliki oleh seorang guru juga dapat memberikan efek kedekatan antara siswa dan guru,  lho . Semakin murid merasa dekat dengan gurunya, maka apa yang disampaikan guru juga akan lebih mudah diserap oleh mereka.

 

6.      Berikan perhatian yang sama pada semua anak

Terkadang guru akan cenderung menghindari murid yang pintar dan aktif di kelas. Anak yang diam saja di kelas biasanya akan kesulitan mendapatkan kesempatan untuk menuangkan ide ataupun mengaktualisasikan dirinya di kelas. Maka sering dikatakan untuk menjadi anak yang “paling” di kelas, baik itu yang paling pintar, paling suka telat, paling cantik, paling nakal, dan sebagainya. Karena dengan menjadi yang “paling” barulah anak akan diperhatikan oleh guru.

Sebagai seorang guru, sebenarnya sudah bekerja untuk menemukan benih-benih unggul yang ada di dalam diri masing-masing anak. Percayalah bahwa setiap anak mempunyai talenta dan potensinya yang berbeda-beda. Dengan begitu, setiap anak akan merasa memiliki kesempatan untuk membuktikan dirinya serta membuat kelas menjadi lebih hidup dan menyenangkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Apa saja yang perlu diperhatikan oleh seorang guru agar proses pembelajaran di kelas menjadi menyenangkan? Cara guru mengajar berpengaruh ...